Wujudkan Ketahanan Pangan dan Lingkungan Lestari, Maulana Apresiasi Gerakan Ekologis Umat Katolik Pada Hari Pangan Sedunia 2026

Minggu, 25 Oktober 2026

Penulis: Bowo Prayitno | Editor: Eko Oktavianus

cover
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Jambi – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., mengapresiasi gerakan ekologis umat Katolik dalam mendukung ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan. Gerakan tersebut dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Jambi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Apresiasi itu disampaikan Maulana saat menghadiri puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026 Tingkat Dekanat Jambi di area Gereja Katolik Paroki Santo Gregorius Agung, Jalan Lingkar Barat I Km 10, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Minggu (25/10/2026).

Mengusung tema “Mendengarkan Suara Bumi dan Penghuninya”, kegiatan ini mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap ketahanan pangan, pemanfaatan lahan produktif, pengurangan sampah, serta pelestarian lingkungan.

Maulana mengatakan, ketahanan pangan merupakan salah satu agenda strategis nasional yang membutuhkan dukungan dan kerja sama pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan.

“Pemerintah bertanggung jawab memastikan ketersediaan bahan pangan dan kebutuhan pokok masyarakat dalam jumlah yang cukup, dengan harga terjangkau, kualitas yang baik, serta dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Maulana, upaya memperkuat ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti rumah, sekolah, dan tempat ibadah. Lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi area produktif untuk menanam tanaman pangan maupun hortikultura.

Ia mencontohkan pemanfaatan lahan seluas lebih dari satu hektare di Gereja Katolik Paroki Santo Gregorius Agung yang direncanakan untuk penanaman jagung pakan.

“Kami mengapresiasi inisiatif ini karena lahan yang tersedia dapat memberikan manfaat nyata. Kami berharap gerakan serupa berkembang di lingkungan permukiman, rumah ibadah, sekolah, dan fasilitas umum,” katanya.

Maulana menjelaskan, Pemkot Jambi terus memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produksi lokal, kerja sama dengan daerah produsen untuk menjaga pasokan, penguatan daya beli masyarakat, serta pengendalian harga pangan.

Selain ketahanan pangan, Maulana turut mengapresiasi keterlibatan umat Katolik dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui pemilahan sampah dari rumah, pemanfaatan lubang biopori, pengolahan sampah organik menjadi pupuk, serta daur ulang sampah anorganik.

Menurutnya, gerakan tersebut sejalan dengan visi Kota Jambi Bahagia, khususnya mewujudkan kota yang bersih melalui peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat.

“Menjaga kebersihan kota tidak cukup hanya dengan mengangkut sampah. Kita harus mulai mengurangi sampah dari sumbernya, memilah sesuai jenis, dan memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna,” tegasnya.

Ia menambahkan, sampah organik dapat diolah menjadi pupuk untuk mendukung kegiatan bercocok tanam. Sementara itu, sampah plastik dapat dipilah dan didaur ulang, termasuk dimanfaatkan menjadi polibag untuk tanaman.

Maulana berharap gerakan tersebut dapat memperkuat pelaksanaan Operasional Pengelolaan Bersih Mandiri (OPBM) sekaligus mendorong masyarakat membangun kebiasaan mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.

“Jika sampah organik diolah menjadi pupuk dan sampah plastik dikumpulkan untuk didaur ulang, sampah tidak hanya menjadi persoalan, tetapi juga dapat memberikan manfaat dan nilai ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Salah satu agenda dalam peringatan HPS 2026 adalah sedekah bumi berupa gunungan buah-buahan dan sayuran hasil bumi yang dibagikan kepada masyarakat. Kegiatan ini juga diisi dengan peresmian gerakan celengan sampah atau bank sampah yang didorong untuk dikembangkan di setiap gereja di Kota Jambi.

Gerakan tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi bagi umat, keluarga, dan generasi muda untuk membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah. Melalui pengelolaan yang tepat, sampah juga dapat memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Dengan demikian, rumah ibadah tidak hanya menjadi tempat pembinaan iman, tetapi juga dapat berperan sebagai pusat edukasi dan aksi nyata dalam menjaga lingkungan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan dan penghijauan, Maulana turut menyerahkan secara simbolis bibit tanaman hortikultura dan bibit buah kepada perwakilan penerima.

Pemberian bibit tersebut diharapkan mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan untuk menanam tanaman produktif. Selain memperindah lingkungan, kegiatan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan memberikan manfaat ekonomi.

Puncak peringatan HPS juga dimeriahkan dengan bazar yang menghadirkan bahan kebutuhan pokok, makanan tradisional, hasil pertanian, serta produk usaha masyarakat. Kegiatan ini menjadi sarana promosi produk lokal sekaligus mendukung pemberdayaan pelaku usaha kecil.

Sementara itu, Pastor Kepala Paroki Santo Gregorius Agung Jambi, Felix Astana Atmaja, SCJ, menyampaikan bahwa HPS menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa bumi merupakan rumah bersama yang harus dijaga demi keberlangsungan kehidupan.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak Jumat hingga Minggu, 23–25 Oktober 2026. Kegiatan tersebut meliputi seminar, pelatihan ekologis, pertemuan ant arparoki, penyusunan rencana tindak lanjut, serta pameran dan bazar.

“Kami berkomitmen agar gerakan ini tidak berhenti pada perayaan hari ini. Setiap paroki telah berproses dan menyusun rencana tindak lanjut untuk dilaksanakan di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.

Menurut Felix, delapan paroki terlibat dalam peringatan HPS tingkat Dekanat Jambi. Setiap paroki diberikan waktu satu tahun untuk menjalankan dan mengevaluasi program yang telah direncanakan. Hasil pelaksanaannya akan ditinjau kembali pada peringatan HPS tahun berikutnya.

Sementara itu, Ketua Panitia HPS 2026 Tingkat Dekanat Jambi, Tanto, melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti sekitar 110 peserta yang merupakan utusan dari delapan paroki di Provinsi Jambi.

Ia menjelaskan, Hari Pangan Sedunia diperingati setiap 16 Oktober untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan pangan, kelaparan, gizi, dan keberlanjutan lingkungan.

Menurutnya, pangan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan ekonomi, tetapi juga menyangkut kehidupan dan martabat manusia. Karena itu, kepedulian terhadap pangan perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan.

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Ia juga menyoroti pentingnya mengurangi kebiasaan membuang makanan, meningkatkan kepedulian terhadap keluarga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan gizi, serta memanfaatkan lahan dan pekarangan secara optimal.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, panitia berharap kesadaran ekologis umat dapat diwujudkan dalam aksi nyata dan berkelanjutan, baik di lingkungan gereja maupun masyarakat luas.

Peringatan HPS 2026 Tingkat Dekanat Jambi menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah dan komunitas keagamaan dalam memperkuat ketahanan pangan serta menjaga kelestarian lingkungan.

Pemkot Jambi berharap masyarakat dapat menerapkan kebiasaan sederhana yang berdampak positif, mulai dari menanam tanaman produktif, mengurangi sampah, mengolah sampah organik menjadi pupuk, mendaur ulang plastik, hingga mendukung produk pangan lokal.

Melalui semangat Kota Jambi Bahagia, Pemkot Jambi mengajak seluruh masyarakat menjadikan kepedulian terhadap pangan dan lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.