ISMI Kota Jambi Periode 2026–2030 Resmi Dilantik, Siap Bersinergi Wujudkan Kota Jambi Bahagia

Selasa, 08 September 2026

Penulis: Bowo Prayitno | Editor: Eko Oktavianus

cover
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

JAMBI – Pengurus Daerah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Kota Jambi periode 2026–2030 resmi dilantik dalam prosesi yang berlangsung di Aula Griya Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Senin malam (07/09/2026).

Mengusung tema “Sarjana Melayu Untuk Jambi: Bersinergi, Berinovasi, Berkontribusi Demi Terwujudnya Kota Jambi Bahagia”, pelantikan tersebut menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru ISMI Kota Jambi untuk memperkuat peran organisasi intelektual dalam pembangunan daerah.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung Ketua ISMI Provinsi Jambi, Hj. Ernawati, S.Ag., M.Pd., yang ditandai dengan pengucapan ikrar dan penandatanganan berita acara pelantikan oleh jajaran pengurus.

Dalam kesempatan itu, Dr. H. Ardi, S.P., M.Si., resmi dipercaya memimpin ISMI Kota Jambi periode 2026–2030. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemasangan pin ISMI oleh Ketua ISMI Provinsi Jambi kepada Ketua ISMI Kota Jambi yang baru dilantik.

Pelantikan turut dihadiri Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., Kapolresta Jambi Kombes Pol. Ananto Heriambang, S.I.K., M.M., Kajari Jambi Dr. Kamin, S.H., M.H., Kakan Kemen Haji dan Umrah Kota Jambi H. M. Kholis, S.Sos., jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Jambi Drs. H. A. Ridwan, M.Si., Ketua TP-PKK Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG., Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Jambi, jajaran ISMI Provinsi Jambi, pengurus ISMI Kota Jambi, serta tamu undangan lainnya.

Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus ISMI Kota Jambi yang baru dilantik. Ia berharap ISMI dapat menjadi organisasi intelektual yang tidak hanya aktif dalam ruang akademis, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menurut Maulana, keberadaan ISMI memiliki posisi strategis karena menghimpun para sarjana dengan latar belakang keilmuan dan profesi yang beragam. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan dalam membangun kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, tokoh masyarakat, serta generasi muda.

“Kami atas nama pemerintah mengucapkan selamat. Mudah-mudahan ISMI sebagai salah satu organisasi yang isinya adalah kelompok intelektual berbasis Melayu dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” ujar Maulana.

Ia menilai nilai-nilai luhur Melayu, seperti adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah, gotong royong, musyawarah, sopan santun, serta menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, merupakan warisan yang relevan untuk terus diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat.

Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, juga sejalan dengan semangat pembangunan Kota Jambi yang mengedepankan kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Kita berharap para sarjana Melayu tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu hadir di tengah masyarakat dengan membawa gagasan, inovasi, dan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan,” katanya.

Maulana mengatakan Pemerintah Kota Jambi siap membuka ruang kolaborasi dengan ISMI Kota Jambi, terutama pada program-program yang selaras dengan visi Kota Jambi Bahagia.

Sejumlah bidang yang dinilai potensial untuk disinergikan antara lain penguatan fungsi masjid, peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, serta pemberdayaan dan pengembangan ekonomi umat.

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

“Di antaranya adalah meningkatkan peran dan fungsi masjid, membantu anak-anak kita yang kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Ekonomi juga menjadi program utama untuk meningkatkan ekonomi umat. Ini semua sebenarnya sinergi dan linear dengan program Kota Jambi Bahagia,” jelasnya.

Ia menegaskan, Pemkot Jambi telah menjalankan berbagai program yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, termasuk penguatan ekosistem masjid dan perlindungan bagi para marbot masjid melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Pemerintah Kota Jambi siap. ISMI ini jika dipimpin dengan baik, kita mulai dari masjid. Insyaallah ini untuk anak-anak kita, generasi masa depan kita,” ungkap Maulana.

Dalam bidang pendidikan, Maulana juga menyampaikan keberadaan Sekolah Rakyat di Kota Jambi yang pada tahun ini menampung 370 anak dari kelompok desil 1 dan 2 melalui program pemerintah pusat.

Selain itu, Pemkot Jambi bersama BAZNAS Kota Jambi terus mendorong berbagai program sosial bagi masyarakat kurang mampu, termasuk program khitan gratis sepanjang masa.

Menurut Maulana, berbagai program tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi yang konkret bagi ISMI untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua ISMI Kota Jambi periode 2026–2030, Ardi mengatakan langkah awal kepengurusan baru akan dimulai dengan rapat kerja guna menyusun program organisasi, baik jangka pendek, menengah maupun panjang.

“Langkah awal kami adalah melakukan rapat kerja. Besok pagi kami langsung rapat kerja untuk menyusun rencana kerja selama periode ini. Ada rencana kerja jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang,” ujar Ardi.

Ia menjelaskan, program jangka panjang akan disusun untuk tiga tahun, sementara program jangka menengah dirancang untuk dua tahun. Adapun pada tahun pertama, ISMI Kota Jambi akan memprioritaskan sejumlah program yang dinilai dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Kita mengarahkan kepada pengembangan dan pembinaan masjid, terutama untuk remaja masjid. Kita akan berdayakan remaja masjid untuk membangun lingkungan masjid agar bisa berjalan dengan aktivitas-aktivitas, sehingga masyarakat Gen Z dan generasi milenial bisa memberdayakan diri di masjid,” jelasnya.

Ardi berharap penguatan aktivitas generasi muda di lingkungan masjid dapat menjadi sarana positif dalam membangun karakter sekaligus mencegah berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Selain bidang keagamaan dan pemberdayaan generasi muda, ISMI Kota Jambi juga akan memberikan perhatian terhadap pelestarian dan pengembangan kebudayaan Melayu.

Salah satu agenda yang direncanakan adalah Festival Anak Melayu Kota Jambi, yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

“ISMI Kota Jambi juga akan meningkatkan pemahaman dan kebudayaan melalui Festival Anak Melayu Kota Jambi. Itu yang akan kita buat,” terangnya.

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Ardi menambahkan, kepengurusan ISMI Kota Jambi periode 2026–2030 dihimpun dari berbagai latar belakang profesi dan aktivitas. Di antaranya advokat, pengusaha, akademisi, birokrat, wartawan, serta berbagai profesi lainnya.

Keragaman tersebut, menurutnya, menjadi modal penting bagi ISMI untuk membangun jejaring sekaligus merumuskan program yang memiliki manfaat luas bagi masyarakat.

“Alhamdulillah semua pengurus ISMI malam ini hadir dan terdiri dari berbagai macam profesi dan aktivitas. Ada advokat, pengusaha, akademisi, birokrat, termasuk juga wartawan,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh unsur tersebut akan bersama-sama menyatukan pemikiran, kompetensi, dan jejaring untuk memastikan ISMI dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Jadi semua tergabung untuk memikirkan bagaimana ISMI bisa berbuat untuk masyarakat,” tegasnya.

Dikesempatan yang sama, Sementara itu, Ketua ISMI Provinsi Jambi, H. Ernawati, menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya kepengurusan ISMI Kota Jambi. Ia mengatakan ISMI telah menyiapkan sejumlah program yang diarahkan agar keberadaan organisasi benar-benar dirasakan masyarakat.

Selain program 30 masjid percontohan, ISMI juga menargetkan pembinaan terhadap 100 anak yatim dari keluarga yang membutuhkan dengan mengambil lima kecamatan sebagai wilayah awal. Pembinaan akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan dilakukan melalui sinergi bersama pemerintah serta lembaga terkait.

ISMI juga akan mengambil bagian dalam pengembangan UMKM, khususnya usaha yang dijalankan kaum perempuan di Kota Jambi. Upaya tersebut dilakukan melalui pendataan, pengembangan dan promosi produk lokal agar semakin dikenal, memiliki daya saing dan mampu menembus pasar yang lebih luas.

“Keberadaan ISMI harus dibuktikan melalui kerja nyata, Keberadaan ISMI tidak boleh berhenti pada pelantikan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” singkatnya.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru, ISMI Kota Jambi diharapkan mampu menjadi salah satu mitra strategis Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, pemberdayaan generasi muda, penguatan fungsi masjid, pengembangan ekonomi umat, serta pelestarian budaya Melayu.

Kolaborasi antara pemerintah, organisasi intelektual, perguruan tinggi, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan generasi muda diharapkan semakin memperkuat gerak bersama dalam mewujudkan Kota Jambi Bahagia: Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera.