Semarak Maulid Nabi di Masjid Nuruttaqwa, Wali Kota Maulana Resmikan Renovasi Masjid
Sabtu, 05 September 2026
Penulis: Bowo Prayitno | Editor: Eko Oktavianus
Jambi — Suasana khidmat dan penuh semarak mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nuruttaqwa, RT 07, Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Jumat malam (04/09/2026).
Lantunan shalawat Nabi Muhammad SAW menggema di tengah jamaah yang hadir. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 22 Rabiul Awal 1448 Hijriah tersebut semakin semarak dengan kehadiran anak-anak TK, SD, remaja masjid, santri TPA, serta peserta Tahsinul Qur'an.
Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Membangun Generasi Beradab, Berilmu dan Berakhlakul Karimah”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., hadir sekaligus meresmikan renovasi dan pembangunan Masjid Nuruttaqwa. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Jambi.
Maulana menyampaikan rasa syukur atas selesainya proses renovasi Masjid Nuruttaqwa. Menurutnya, momentum Maulid Nabi menjadi semakin bermakna karena bertepatan dengan peresmian masjid yang telah direnovasi.
“Dalam rangka Maulid Nabi, alhamdulillah masjidnya sudah direnovasi dan hari ini juga sekaligus peresmian renovasi Masjid Nuruttaqwa. Jamaahnya ramai, yang paling penting anak-anaknya juga. Proses pendidikan keagamaannya luar biasa,” ujar Maulana.
Ia menilai, keberadaan masjid tidak hanya penting sebagai tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan dan pembinaan generasi muda.
Maulana mengapresiasi pengurus dan jamaah Masjid Nuruttaqwa yang telah memberikan ruang kepada anak-anak untuk belajar membaca Al-Qur'an, mengaji, mengikuti tahsin, serta mengenal dan mengamalkan nilai-nilai agama sejak usia dini.
Menurutnya, pembentukan karakter generasi muda tidak dapat dilepaskan dari pendidikan agama yang dimulai sejak anak berada di lingkungan keluarga.
Dalam suasana Maulid Nabi yang penuh kegembiraan, sejumlah anak bahkan berani tampil di hadapan jamaah untuk membaca ayat-ayat pendek Al-Qur'an. Wali Kota Maulana turut menguji secara langsung kemampuan mengaji anak-anak tersebut.
Sebagai bentuk apresiasi, anak-anak yang berani tampil dan mampu membaca ayat Al-Qur'an diberikan hadiah berupa Al-Qur'an. Momen tersebut mendapat perhatian dan antusiasme jamaah.
Bagi Maulana, kegiatan tersebut bukan sekadar bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan keberanian, kecintaan terhadap Al-Qur'an dan semangat belajar agama sejak usia dini.
Ia mengajak para orang tua untuk bersama-sama membangun kecintaan anak kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, orang tua, guru, serta lingkungan tempat mereka tumbuh.
“Mari kita tanamkan sejak kecil: cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, cinta kepada orang tua, cinta kepada guru, dan cinta kepada Kota Jambi.”
Maulana berharap anak-anak yang saat ini aktif mengaji dan bershalawat kelak tumbuh menjadi generasi penerus yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah.
“InsyaAllah, dari anak-anak yang hari ini duduk mengaji dan bershalawat, akan lahir generasi penerus yang hebat, beriman, berilmu, berakhlak, dan mampu membawa Kota Jambi menjadi kota yang semakin maju dan bahagia."
Lebih lanjut, Maulana menegaskan bahwa penguatan kehidupan keagamaan merupakan bagian dari implementasi visi Kota Jambi BAHAGIA, khususnya dalam mewujudkan masyarakat yang agamis.
“Ini adalah program Kota Jambi Bahagia, salah satunya adalah program agamis, yaitu keagamaan.”
Ia mengajak masyarakat menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat, tidak hanya untuk pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai ruang pendidikan, pembentukan karakter dan penguatan kebersamaan masyarakat.
Sementara itu, penceramah Ustadz Horim, S.Ag., M.Pd., dalam tausiyahnya menyampaikan pentingnya pendidikan agama bagi anak-anak dan generasi muda di tengah perkembangan zaman.
Ia mengingatkan, apabila orang tua menginginkan anak-anak tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah, pendidikan agama harus dimulai dari orang tua dan lingkungan keluarga.
Menurutnya, penanaman nilai-nilai agama bahkan dapat dilakukan sejak anak masih berada dalam kandungan, antara lain dengan memperbanyak shalawat, memperdengarkan bacaan Al-Qur'an dan memperbanyak zikir.
“Jika kita ingin anak-anak kita menjadi sholeh dan sholehah, dimulai dari orang tuanya. Dimulai dari kandungan, dishollawatkan, didengarkan Al-Qur'an dan zikir. Pentingnya pendidikan itu dari rumah.”
Ustadz Horim menekankan bahwa pendidikan agama tidak cukup hanya diberikan melalui lembaga pendidikan maupun kegiatan di masjid. Nilai-nilai tersebut harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui keteladanan orang tua di dalam keluarga.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk kembali mengenang keteladanan Rasulullah SAW sekaligus memperkuat kecintaan kepada beliau dengan mengikuti ajaran dan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, mari kita perkuat ukhuwah, perindah akhlak, dan hadirkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.”
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan kekhidmatan. Jamaah bersama-sama melantunkan shalawat, mengikuti tausiyah serta menyaksikan penampilan anak-anak yang membaca ayat-ayat pendek Al-Qur'an.
Kehadiran anak-anak dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Masjid Nuruttaqwa tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang pembinaan generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang beradab, berilmu dan berakhlakul karimah.
Di akhir kegiatan, seluruh jamaah diajak menjaga semangat kebersamaan, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta memperkuat pendidikan agama di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita Kota Jambi BAHAGIA, yakni menghadirkan masyarakat yang tidak hanya maju dalam pembangunan, tetapi juga memiliki kehidupan sosial dan keagamaan yang kuat, harmonis, aman dan penuh keberkahan.