Wali Kota Maulana Apresiasi TP PKK Kota Jambi Masuk Enam Besar Lomba 10 Program Pokok PKK Tingkat Provinsi Jambi
Rabu, 12 Agustus 2026
Penulis: Johanes Afrizal | Editor: Eko Oktavianus
Jambi – Pemerintah Kota Jambi memberikan apresiasi atas capaian Tim Penggerak PKK Kota Jambi yang berhasil masuk dalam enam besar Lomba 10 Program Pokok PKK Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026 pada empat kategori. Capaian tersebut dinilai menjadi bukti konsistensi PKK Kota Jambi dalam menghadirkan inovasi dan memperkuat peran keluarga serta masyarakat dalam mendukung program pembangunan daerah.
Apresiasi tersebut disampaikan Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., saat mendampingi Ketua TP PKK Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, dalam kegiatan verifikasi lapangan Tim Penilai Lomba 10 Program Pokok PKK Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026, yang berlangsung di Aula PKK Kota Jambi, Rabu (12/08/2026).
Tim Penilai Lomba 10 Program Pokok PKK Tingkat Provinsi Jambi dipimpin Sekretaris TP PKK Provinsi Jambi sekaligus Ketua Tim Penilai, Sukmabakti, S.E., M.M., bersama jajaran TP PKK Provinsi Jambi.
Verifikasi lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penilaian untuk melihat secara langsung implementasi program PKK di tengah masyarakat. Penilaian mencakup tertib administrasi, pelaksanaan program kerja masing-masing kelompok kerja (Pokja), inovasi, serta keaktifan kader hingga tingkat kelurahan dan kecamatan.
Wali Kota Maulana menyampaikan kebanggaannya atas capaian TP PKK Kota Jambi yang berhasil meraih nominasi enam besar pada empat kategori, yakni digitalisasi, Ketapang Emas (Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat Menuju Indonesia Emas), PAAREDI (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital), serta screening Tuberkulosis (TBC).
Menurut Maulana, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja bersama antara TP PKK, kader, pemerintah daerah, hingga masyarakat. Ia menilai berbagai inovasi yang dikembangkan TP PKK juga memiliki keterkaitan erat dengan program prioritas Pemerintah Kota Jambi, khususnya Kampung Bahagia.
“Program yang digerakkan PKK Kota Jambi sangat selaras dengan program Kampung Bahagia yang sedang dijalankan Pemerintah Kota Jambi. Di dalam pelaksanaannya, kita mendorong keterlibatan tokoh-tokoh perempuan dan seluruh unsur masyarakat,” ujar Maulana.
Ia menjelaskan, Program Kampung Bahagia tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup penguatan ekonomi masyarakat, kebersihan lingkungan, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di tingkat wilayah.
“Karena itu, saya menyampaikan terima kasih kepada TP PKK Kota Jambi yang terus mendukung pelaksanaan Kampung Bahagia di lapangan. Kolaborasi seperti ini penting agar program pemerintah benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Jambi, Nadiyah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Penilai TP PKK Provinsi Jambi yang hadir untuk melakukan verifikasi sekaligus memberikan pembinaan kepada TP PKK Kota Jambi.
Ia menegaskan, keberhasilan masuk enam besar pada empat kategori merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan kader mulai dari tingkat Dasawisma, kelurahan, kecamatan, perangkat daerah hingga dukungan Pemerintah Kota Jambi.
“Capaian ini merupakan kerja keras kita semua, mulai dari akar rumput, Dasawisma, kelurahan, kecamatan, OPD, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi yang terus menempatkan dan melibatkan PKK dalam berbagai kegiatan,” ujar Nadiyah.
Menurutnya, PKK memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah karena gerakannya mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah. Karena itu, berbagai program PKK diarahkan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi keluarga dan masyarakat.
Nadiyah menekankan pentingnya inovasi yang lahir dari kebutuhan masyarakat, mudah diterapkan, dapat diukur, serta memberikan dampak nyata.
“Ukuran keberhasilan PKK bukan hanya banyaknya kegiatan atau prestasi yang diraih, tetapi seberapa besar perubahan yang dapat kita hadirkan dalam keluarga dan masyarakat, sehingga masyarakat Kota Jambi semakin sehat, berdaya dan bahagia,” tegasnya.
Salah satu inovasi yang dikembangkan TP PKK Kota Jambi adalah Aplikasi PKK Bahagia, khususnya untuk mendukung tertib administrasi dan memudahkan kader dalam melakukan pendataan dari tingkat Dasawisma.
Nadiyah menjelaskan, aplikasi tersebut dikembangkan sebagai mitra aplikasi Si Gadis Jambi dan telah terhubung dengan data kependudukan internal sehingga pendataan dapat dilakukan secara lebih detail hingga tingkat individu berdasarkan NIK.
“Alhamdulillah, datanya sudah bisa di-bridging dengan Dukcapil secara internal. Jadi tidak hanya berdasarkan KK, tetapi sudah sampai tingkat NIK atau person by person. Mudah-mudahan ke depan dapat disinkronkan dengan aplikasi Si Gadis Jambi sehingga datanya semakin terintegrasi,” jelasnya.
Pada kategori PAAREDI, TP PKK Kota Jambi menghadirkan inovasi Garuda Mayang Bahagia yang berfokus pada penguatan pola asuh anak dan remaja.
Program tersebut diisi dengan berbagai kegiatan pembinaan, seperti mengaji, salat Subuh berjemaah, pengembangan minat dan bakat di bidang olahraga maupun seni, serta kampanye anti-bullying, anti-narkoba dan anti-judi online.
Menurut Nadiyah, pendekatan tersebut bertujuan memperkuat peran orang tua sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
“Tidak semua orang mudah menyampaikan keluhan secara langsung. Melalui pendekatan digital, mereka bisa lebih terbuka menyampaikan persoalan dan kemudian kita bantu bersama para pakar maupun psikolog,” katanya.
Pada kategori Ketapang Emas, TP PKK Kota Jambi mengembangkan pemanfaatan lahan dan pekarangan masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.
Salah satu lokus yang menjadi perhatian adalah Kelurahan Kasang Jaya yang telah memiliki badan usaha milik kelurahan serta mengembangkan pemanfaatan pekarangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat.
“Lahan yang sedikit dapat kita manfaatkan untuk menjadi penunjang ketahanan pangan keluarga. Ini bukan hanya soal produksi, tetapi bagaimana masyarakat memiliki kemandirian dan daya dukung terhadap kebutuhan pangan,” jelas Nadiyah.
Sementara pada kategori screening TBC, kader TP PKK Kota Jambi melakukan pendekatan jemput bola dengan mendatangi keluarga, khususnya kontak serumah pasien TBC yang sedang menjalani pengobatan.
Kegiatan tersebut juga dikembangkan melalui pelayanan terpadu dengan menghadirkan dokter spesialis paru dan perangkat rontgen portabel sehingga masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan lebih mudah di lingkungan mereka.
“Di Kecamatan Alam Barajo, dari 98 orang kontak serumah yang diperiksa, ditemukan 12 orang yang positif TB secara radiologis dan langsung diberikan pengobatan. Sementara yang hasilnya negatif diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT),” terang Nadiyah.
Ia menambahkan, berbagai inovasi tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk memenangkan perlombaan, tetapi diarahkan untuk membangun sistem yang dapat terus berjalan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Kami ingin inovasi-inovasi ini menjadi sebuah sistem dan gerakan yang terus berjalan, bisa diwariskan dan menjadi legacy yang memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.
Sekretaris TP PKK Provinsi Jambi sekaligus Ketua Tim Penilai, Sukmabakti, mengapresiasi capaian TP PKK Kota Jambi yang berhasil masuk enam besar pada empat kategori.
Ia menegaskan, penilaian bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan untuk melihat sejauh mana program yang telah dirancang benar-benar diimplementasikan dan memberikan dampak kepada masyarakat.
“Kegiatan perlombaan ini bukan sesuatu yang instan. Program-program ini telah diimplementasikan sejak dua tahun lalu oleh TP PKK Kota Jambi dan tentunya memberikan dampak, termasuk melalui konsep Kampung Bahagia yang ada di Kota Jambi,” ungkapnya.
Menurutnya, verifikasi lapangan diperlukan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan program sekaligus membandingkannya dengan laporan dan informasi yang telah diterima sebelumnya.
“Dari 10 Program Pokok PKK tingkat Provinsi Jambi, ada empat kegiatan lomba yang berhasil mendapatkan nominasi enam besar di Kota Jambi. Ini patut kita apresiasi karena tidak semua kabupaten dan kota mampu mendapatkan empat kategori sekaligus,” katanya.
Sukmabakti juga mengapresiasi inovasi PKK Bahagia yang dinilai dapat memperkuat pemanfaatan aplikasi Si Gadis Jambi, khususnya dalam pengelolaan data Dasawisma secara berjenjang.
Ia berharap seluruh kader dapat memberikan informasi yang akurat dan lengkap selama proses verifikasi lapangan, sehingga tim penilai memperoleh gambaran yang objektif mengenai pelaksanaan program di masyarakat.
“Kota Jambi memiliki nilai tambah dan menjadi salah satu ikon khusus di Provinsi Jambi. Karena itu, kami berharap seluruh kader dapat memberikan informasi sebanyak-banyaknya, terutama terkait inovasi yang telah dilaksanakan,” pungkasnya.
Melalui verifikasi tersebut, Pemerintah Kota Jambi berharap capaian TP PKK Kota Jambi tidak berhenti pada prestasi lomba, tetapi terus berkembang menjadi gerakan pemberdayaan keluarga yang mampu memperkuat kualitas kehidupan masyarakat sejalan dengan semangat Kota Jambi BAHAGIA.