Resmi Dilantik sebagai Ketua Umum DPW Gekrafs Jambi, Wawako Diza Siap Perluas Industri Kreatif sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Minggu, 26 Juli 2026

Penulis: Agre Ilham Ramadhani | Editor: Eko Oktavianus

cover
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Jambi – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., resmi dilantik sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Provinsi Jambi periode 2026–2029, Sabtu malam (25/7/2026), di Taman Banjuran Budayo, Kota Jambi.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gekrafs, Kawendra Lukistian, dengan disaksikan oleh Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, jajaran Forkopimda Provinsi dan Kota Jambi, Asisten I Setda Provinsi Jambi Arief Munandar, Ketua GOW Kota Jambi Marsha Lystia, kepala OPD, Ketua Umum BPD HIPMI Jambi Fadhillah Hasrul, serta berbagai unsur organisasi dan pelaku ekonomi kreatif.

Dalam pidato perdananya sebagai Ketua DPW Gekrafs Provinsi Jambi, Diza menegaskan bahwa ekonomi kreatif harus menjadi sektor strategis yang mampu memperluas struktur perekonomian daerah, sehingga tidak lagi bergantung pada sektor pertanian dan pertambangan semata.

Menurutnya, ketergantungan yang tinggi terhadap sumber daya alam membuat perekonomian rentan terhadap berbagai perubahan, baik akibat kondisi alam maupun kebijakan. Karena itu, industri kreatif harus didorong menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih berkelanjutan.

"Hampir 33 persen pendapatan daerah masih bergantung pada sektor pertanian dan pertambangan. Ketika sektor tersebut mengalami kendala, maka ekonomi kreatif menjadi solusi untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru yang lebih adaptif dan berkelanjutan," ujar Diza.

Ia menjelaskan, berdasarkan data BPS tahun 2025, industri ekonomi kreatif Indonesia tumbuh sebesar 6,86 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi global yang berada di kisaran 5 persen. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya peluang yang dapat dimanfaatkan daerah apabila didukung kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Diza menilai Provinsi Jambi memiliki potensi besar di berbagai subsektor ekonomi kreatif yang selama ini belum tergarap secara optimal. Melalui Gekrafs, potensi tersebut akan dikembangkan secara lebih terstruktur dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas kreatif, akademisi hingga pelaku UMKM.

"Kita memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan bersama. Bahkan Kota Jambi yang tidak memiliki sumber daya alam justru memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang kreatif. Inilah yang akan kita dorong menjadi kekuatan ekonomi baru," katanya.

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Ia menegaskan, kepengurusannya akan fokus memperluas ekosistem industri kreatif agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Program-program Gekrafs nantinya tidak hanya menyentuh kader organisasi, tetapi juga membuka ruang lahirnya wirausaha kreatif baru, memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, memperkuat pemasaran digital hingga membuka peluang pasar nasional dan internasional.

"Kami ingin Gekrafs hadir sebagai organisasi yang benar-benar berdampak. Program yang disusun harus mampu menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat UMKM lokal, melahirkan talenta kreatif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif," tegasnya.

Diza juga mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk membangun semangat kolaborasi sebagai fondasi utama organisasi.

"Semangat kebersamaan menjadi modal utama dalam menjalankan organisasi. Kami juga membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, komunitas dan seluruh pihak yang memiliki visi membangun ekonomi kreatif di Jambi," tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran pengurus DPW Gekrafs Provinsi Jambi yang baru dilantik. Ia meyakini kepemimpinan Diza akan semakin memperkuat pengembangan industri kreatif yang selaras dengan visi Kota Jambi Bahagia sebagai kota perdagangan dan jasa.

Menurut Maulana, ekonomi kreatif telah menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Kota Jambi yang saat ini mencapai 5,13 persen, mengingat Kota Jambi tidak memiliki sumber daya alam yang signifikan.

"Karena itu, kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi aset terbesar Kota Jambi. Melalui Gekrafs, kreativitas tersebut dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang menghasilkan nilai ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan," ujar Maulana.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk terus menghadirkan berbagai agenda berskala nasional sebagai strategi memperluas aktivitas ekonomi daerah.

"Setiap bulan kita menghadirkan event nasional seperti Presisi Run, Health City Summit, Rakernas IDI hingga Forum Smart City Indonesia. Kehadiran berbagai event ini akan menciptakan multiplier effect bagi sektor ekonomi kreatif, UMKM, pariwisata, kuliner, seni, hingga industri jasa," jelasnya.

Maulana berharap keberadaan Gekrafs mampu menjadi wadah bagi lebih dari 52 persen penduduk Kota Jambi yang merupakan generasi muda agar mampu mengembangkan kreativitas menjadi usaha produktif yang berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat serta penurunan angka pengangguran.

image-content
jambikota.go.id | Pemerintah Kota Jambi

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian menyampaikan bahwa Gekrafs merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya melalui penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai penggerak ekonomi nasional.

Ia mengungkapkan bahwa perjuangan Gekrafs selama beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan hasil, salah satunya dengan disetujuinya skema IP Financing senilai Rp10 triliun yang akan memperluas akses pembiayaan bagi para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia.

Kawendra juga mendorong Gekrafs Jambi memiliki flagship event yang menjadi identitas ekonomi kreatif Provinsi Jambi.

"Saya melihat event Tumpah Ruah di Kota Jambi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi agenda kreatif tingkat provinsi bahkan nasional. Event seperti ini akan menjadi penggerak ekonomi masyarakat dari bawah," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Gekrafs merupakan organisasi yang inklusif dan terbuka bagi seluruh kalangan, termasuk penyandang disabilitas, serta terus memperjuangkan kesejahteraan para pekerja kreatif melalui berbagai program advokasi.

Sebagai rangkaian kegiatan, Diza Hazra Aljosha turut melantik jajaran pengurus DPC Gekrafs Kabupaten Bungo, Sarolangun, Tanjung Jabung Timur, dan Tanjung Jabung Barat.

Ke depan, DPW Gekrafs Provinsi Jambi akan menjalankan delapan program prioritas nasional, yakni CEFA (akses pembiayaan ekonomi kreatif), DIPLE (perlindungan kekayaan intelektual dan ekosistem hukum), GANDI (diplomasi gastronomi Indonesia), DIGIMAP (literasi digital dan perluasan pasar), ARTPAY (advokasi honor minimum pekerja kreatif), YOUTHEM (pemberdayaan talenta muda), RECHUB (transformasi pusat-pusat kreativitas daerah), serta GLOBE (perluasan ekspor produk ekonomi kreatif ke pasar internasional).

Melalui berbagai program tersebut, Gekrafs Provinsi Jambi diharapkan mampu memperluas ekosistem industri kreatif hingga menjangkau seluruh kabupaten dan kota, melahirkan lebih banyak pelaku usaha kreatif, memperkuat daya saing produk lokal, serta menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar utama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi.